(dikutip dari "http://humorkita.wordpress.com/2008/07/28/jika-orang-pln-tahu/")
Satu pasangan muda sangat bersuka cita demi mengetahui sang isteri hamil muda. Namun sebelum mendapat kepastian dari dokter, mereka sepakat untuk
merahasiakan kehamilan tsb.
Isteri: “Pa, nggak usah diomongin dulu ya…takut gagal, ‘kan nggak enak kalau sudah diomong?in”
Suami: “Oke deh ma, janji nggak bakalan diomongin sebelum ada konfirmasi dokter”
Lagi asik mereka ngobrol tiba-tiba
datang karyawan PLN
ke rumah mereka untuk menyerahkan
tagihan dan denda
atas tunggakan rekening listrik mereka
bulan yang lalu.
Petugas PLN : “Nyonya terlambat 1 bulan.”
Isteri : “Bapak tahu dari mana…???? Papa… Tolong nih bicara sama orang PLN ini…!”
Suami : “Eh, sembarangan… bagaimana anda bisa tahu masalah ini?”
Petugas PLN : “Semua tercatat di kantor kami,Pak.”
Suami (tambah sengit): “Oke, besok saja saya ke kantor Bapak untuk menyelesaikan masalah ini!”
== Esoknya Di Kantor PLN… ==
Suami : “Bagaimana PLN tahu rahasia keluarga saya?”
Karyawan PLN : “Ya tahu dong, lha wong ada catatannya pada kami!”
Suami : “Jadi saya mesti bagaimana agar berita ini dirahasiakan, Pak?”
Karyawan PLN : “Ya mesti bayar dong Pak!”
Suami (sialan gue diperes nih!) : “Kalau saya tidak mau bayar,bagaimana?”
Karyawan PLN : “Ya punya Bapak terpaksa kami putus…”
Suami : “Mati akuu…? Lha, kalo diputus…nanti isteri saya bagaimana…?”
Karyawan PLN : “Kan masih bisa pakai lilin!!!!”
Suami : “!@#!@$!$!@??????????!#!@#!@#!@#?????????????? ?”
Sepasang Kutu
http://humorkita.wordpress.com/
Pada tubuh seorang wanita cantik yg masih muda ternyata hidup sepasang kutu, satu di rambut kepala dan yg satu hidup di rambut kelamin. Pada saat wanita cantik itu sedang tidur sore, kedua kutu itu bertemu dan bercakap-cakap…
Kutu 1 : Gimana kabar diatas?
Kutu 2 : Panas, kalau dibawah?
Kutu 1 : Lembab, bagimana kalau kita tukaran sampai besok?
Kutu 2 : OK..
(Keesokan harinya..)
Kutu 1 : (Sambil marah) Kurang ajar! Kamu jebak saya yah?? Kamu tau semalam ada sepuluh jari dan busa mencari-cari saya!! (Pada saat itu si wanita sedang keramas)
Kutu 2 : (Lebih marah) Itu belum apa2 dibanding yg saya alami semalam tau!!!!!!!
Kutu 1 : Emangnya ada apa dibawah????
Kutu 2 : Semalam ada ular besar sekali mencari saya, karena takut saya lari masuk kedalam lubang gua, tapi ular itu rupanya masuk juga kedalam, saya terpaksa masuk lebih dalam lagi, mungkin karena capek dan jengkelnya keluar masuk lubang dan tidak menemukan saya, ular itu lalu meludahi saya…
Beda Polisi Baik dan Bejat
(dikutip dari "http://humorkita.wordpress.com/")
Rayuan Gombal
(dikutip dari "http://humorkita.wordpress.com/
Cowok: Mbak, ayak mbak pasti ahli perbintangan ya?
Cewek: Ah.. tidak, memang kenapa?
Cowok: Saya lihat ada bintang dimata mbak…
Cowok: Maaf mbak, jangan terlalu lama duduk dikursi itu, pindah deket saya saja…
Cewek: Loh? Emangnya kenapa??
Cowok: Biar gak dikerubung semut.. soalnya mbak manis sich…
Cowok: Mbak punya obeng nggak?
Cewek: Hah? Gak Punya tuh!
Cowok: Tapi kalo nomor telepon punya kan?
Cowok: Mbak itu seperti sendok ya…?
Cewek: Kenapa?
Cowok: Karena mbak udah ngaduk-ngaduk perasaanku…
Cowok: Mbak seorang interior designer ya??
Cewek: Bukan! Kenapa?
Cowok: Karena ketika mbak masuk, ruangan ini jadi kelihatan lebih indah..
Cewek: Ah.. tidak, memang kenapa?
Cowok: Saya lihat ada bintang dimata mbak…
Cowok: Maaf mbak, jangan terlalu lama duduk dikursi itu, pindah deket saya saja…
Cewek: Loh? Emangnya kenapa??
Cowok: Biar gak dikerubung semut.. soalnya mbak manis sich…
Cowok: Mbak punya obeng nggak?
Cewek: Hah? Gak Punya tuh!
Cowok: Tapi kalo nomor telepon punya kan?
Cowok: Mbak itu seperti sendok ya…?
Cewek: Kenapa?
Cowok: Karena mbak udah ngaduk-ngaduk perasaanku…
Cowok: Mbak seorang interior designer ya??
Cewek: Bukan! Kenapa?
Cowok: Karena ketika mbak masuk, ruangan ini jadi kelihatan lebih indah..
Masuk gopek… keluar gopek…
(dikutip dari "http://humorkita.wordpress.com/)
Dikarenakan adanya larangan dari pemerintah, maka para hidung belang tidak berani lg ke rumah2 bordil, akibatnya para PSK sudah mulai kehilangan pelanggan.
Para PSK pun mulai berpikir keras bagaimana caranya agar tetap mendapatkan pelanggan demi kelangsungan hidup.
Seorang PSK bernama Wati menemukan sebuah ide cemerlang agar dia tetap laku, caranya tidak lain adalah dengan “banting harga”. Tarif yang ditawarkan tidak muluk-muluk yaitu Rp. 500 (gopek) sekali masuk, dan gopek sekali keluar dengan catatan “harus dibayar dengan uang pas”.
Alhasil wati yang terkenal bahenol mulai kedatangan pelangan dari segala kalangan, namun umumnya yg datanga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Seorang mahasiswa bernama Toyib ikut mengantri untuk melepaskan hasrat, setelah menunggu beberapa lama dengan antrian yang panjang akhirnya giliran Toyib tiba juga. Setelah memasuki kamar cinta Toyib pun memulai serangannya.
Seorang bapak yg gilirannya di belakang Toyib mulai tidak sabar, “Kok lama amat nih bocah?!” serunya sambil menimang bungkusan berisi uang Gopek-an. Setelah beberapa waktu batas kesabaran si bapak pun habis, dia mengetuk pintu kamar dan berteriak
“Hei bocah!!! lama amat loe! gue juga dah pengen nih!!!”
Toyib pun menjawab…
“anu pak, uang saya cuma gopek…”
Para PSK pun mulai berpikir keras bagaimana caranya agar tetap mendapatkan pelanggan demi kelangsungan hidup.
Seorang PSK bernama Wati menemukan sebuah ide cemerlang agar dia tetap laku, caranya tidak lain adalah dengan “banting harga”. Tarif yang ditawarkan tidak muluk-muluk yaitu Rp. 500 (gopek) sekali masuk, dan gopek sekali keluar dengan catatan “harus dibayar dengan uang pas”.
Alhasil wati yang terkenal bahenol mulai kedatangan pelangan dari segala kalangan, namun umumnya yg datanga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Seorang mahasiswa bernama Toyib ikut mengantri untuk melepaskan hasrat, setelah menunggu beberapa lama dengan antrian yang panjang akhirnya giliran Toyib tiba juga. Setelah memasuki kamar cinta Toyib pun memulai serangannya.
Seorang bapak yg gilirannya di belakang Toyib mulai tidak sabar, “Kok lama amat nih bocah?!” serunya sambil menimang bungkusan berisi uang Gopek-an. Setelah beberapa waktu batas kesabaran si bapak pun habis, dia mengetuk pintu kamar dan berteriak
“Hei bocah!!! lama amat loe! gue juga dah pengen nih!!!”
Toyib pun menjawab…
“anu pak, uang saya cuma gopek…”
